Perspective! · Photography · Point of View (POV)

Eid Mubarak in Pandemic Era

Hi peeps, how’s life going?? I hope everyone stay safe and healthy.

Lagi pingin  cerita tentang ‘Hari Raya Idul Fitri 1441 H’ di masa pandemi kayak gini. Bukan, bukan untuk cerita ke banyak orang, tapi cuman sebagai reminder di masa yang akan datang buat diri sendiri, kalo pernah ngalamin lebaran di musim pandemi dan biar inget buat “cherish” waktu yang dipunya, apalagi waktu bulan puasa dan lebaran.

Tahun ini lebaran kerasa beda banget, nggak ada kuliah, ngga ada mudik, ngga ada sholat ied di masjid bareng-bareng, ngga ada kumpul bareng keluarga besar.

It was weird, wasn’t it? 

Cerita dikit, dari 5 tahun lalu, sebenernya sudah merasakan lebaran yang…..berbeda. Tahun 2015-2018, kala itu masih di negara rantauan. Sebagai kaum minoritas jelas, lebaran bukan sesuatu yang dirayakan besar-besaran. Selama 4 tahun itu, lebaran selalu (aku) rayakan dengan terburu-buru (banget). Biasanya sholat ied dimulai jam 9.00 tapi kelas perkuliahan dimulai jam 8.45. Lah kan libur? Sorry, seperti yang disebutkan sebelumnya, “tidak dirayakan besar-besaran”, jadi tidak ada yang namanya libur. Kalo misalnya lagi ada kelas, ya “diusahakan” ngga telat, tapi kalo praktikum….ya direlakan ngga ikut sholat ied bersama, karena harus 100% hadir dan ga boleh telat. Selama masa itu juga, lebaran ngga dirayakan bareng keluarga, tapi bareng sama orang-orang terdekat aja.

Sedih? Banget. Sadar ngga sih dari momen lebaran itu selain unsur “kemenangan”, yang paling ditunggu-tunggu itu sebenernya unsur “kebersamaanya”? Karena di Indonesia itu, liburan untuk segala jenjang dalam waktu bersamaan dan dalam jangka panjang itu ya cuman waktu lebaran, dari orang kerja, mahasiswa, anak sekolah, semuanya libur, jadi bisa kumpul bareng keluarga.

Tahun 2020, memberikan suasana yang sangat berbeda dari tahun-tahun kemarin, ya meskipun dulu udah jauh dari keluarga, tapi masih bisa ketemu temen/orang-orang terdekat dengan bebas. Tapi tahun ini, bahkan hanya untuk ketemu keluarga inti aja nggak bisa buat mereka yang lagi merantau atau tinggal beda kota sama orangtuanya. Ini kerasa, banget sih, karena kakak aku tinggal di beda kota. Dalam masa pandemi ini, bahkan hanya untuk dateng silahturahmi atau dikunjungi aja merasa ngga nyaman dan diliputi kecemasan. Segala bentuk silahturahmi pun berubah jadi virtual. Sedih bukan?

Selain ga bisa ketemu keluarga, mungkin hal yang aku rindukan adalah mudik. Sejujurnya udah dari tahun 2010 jadi anak perantau, dan setiap lebaran pasti ribut cari tiket pulang. Perasaan kompetitif buat cari tiket atau perasaan kesel karena harus macet-macetan di jalan karena kehabisan tiket juga ga ada tahun ini.

Tahun ini, juga ga ada yang namanya belanja baju lebaran di mall-mall (meskipun masih banyak yang nakal ya). No baju lebaran no worries.

Kalo tahun-tahun kemarin H-1 lebaran pasti ke pasar rame-rame buat beli bahan makanan dilanjutin masak bareng satu keluarga. Terus malemnya keliling kota liat suasana takbiran, lebaran ini cuman bisa di rumah aja liat acara di youtube yang lagi ngerayain lebaran.

Dan satu hal yang pasti ditunggu-tunggu, sholat ied di masjid. Kalo dulu pasti dulu-duluan mandi pagi, biar ga dibilang paling lama gara-gara harus buru-buru ke masjid. Tahun ini, mandinya bisa santai ga kayak lomba dan sayangnya, ya cuman bisanya sholat ied di rumah dulu.

Well, sungguh tahun ini lebaran dengan suasana yang amat sangat berbeda. Cuman bisa di rumah aja, menerapkan physical distancing dan harus tetap menjaga kesehatan. Semoga aja kondisi segera kondusif dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi, supaya tahun depan segala hal yang tidak bisa dilakukan tahun ini, bisa dilakukan di lebaran tahun depan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala ibadah yang diusahakan selama bulan puasa kemarin diterima Allah SWT, dilipatgandakan pahalanya, dan diampuni segala dosa kita.

Sekian dulu peeps post aku kali ini, stay safe stay healthy ya kita semua. Oh ya, kalo kalian, ngerasain lebaran tahun ini gimana? Boleh tulis di kolom komen atau juga bikin cerita di blog kalian, supaya bisa jadi cerita di masa depan. 🙂

Processed with VSCO with a4 preset

Perspective!

Kalau giliranmu besok, apa sudah siap?

Mungkin ini topik terberat yang akan ada di blog aku. Ini tentang kematian, sungguh aku nggak pernah berani bahas topik ini, topik yang amat sangat sensitif untuk aku.

Beberapa waktu belakangan ini terlalu banyak kejadian yang tidak disangka-sangka. Allah kembali mengingatkan kita aku tentang kematian. Mungkin dari 2 bulan yang lalu dunia dikagetkan dengan meninggalnya salah satu aktor ibu kota, Ashraf Siclair.

Lalu satu bulan kemudian, Indonesia pun kembali dikejutkan dengan meninggalnya musisi terbaik Indonesia, Glenn Fredly. Tapi mereka -Ashraf dan Glenn- contoh yang terlalu jauh, membuat aku masih meremehkan soal kematian.

Beberapa minggu yang lalu, Allah kembali mengingatkanku dengan meninggalnya teman satu angkatan SMA, tapi aku masih tidak peduli, karena merasa tidak terlalu dekat. Tapi, satu hari lalu Allah kembali mengingatkan dan menyadarkan aku akan kematian. Sosok kakak/senpai/mentor, Mba Sita, yang beberapa waktu lalu masih bercanda tawa denganku, meninggalkan dunia untuk selamanya.

Kenyataan ini seperti menamparku, menyadarkan aku akan kematian yang tidak bisa ditebak kapan datangnya. Ya, kematian itu rahasia Allah SWT.

Dulu aku selalu berpikir, orang yang meninggal itu adalah orang yang sudah sepuh, dalam hati selalu berkata,

“Oh ya wajar, sudah sepuh.”

Lalu, apakah pemikiran ini masih relevan ketika beberapa orang meninggal tidak pada usia senjanya? Beberapa orang yang aku sebutkan tadi, mereka tidak meninggal di usia tua mereka, bahkan mereka juga masih tergolong muda untuk meninggal.

Sungguh, aku seperti diingatkan sekali lagi, kematian itu tidak ditentukan dari angka pada usia kita. Benar kata orang, kematian, rezeki, jodoh itu hanya rahasia Tuhan.

Itu membuatku bertanya pada diriku sendiri, kalau giliranku besok, apa aku sudah siap? Tidak, tidak akan pernah siap. Kita, atau kalau kalian sudah siap, aku mungkin tidak akan pernah siap untuk menghadap Allah, dan mempertanggungjawabkan semua yang sudah aku lakukan. Aku masih merasa amalan ibadahku juga masih jauh dari kata cukup untuk menghadap-Nya.

Apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya bisa berusaha sebaik mungkin melakukan apa yang Allah perintahkan dan mencoba melakukan hal baik sampai akhir hayatku.

Jika berbicara tentang kematian, terlalu banyak hal yang dipikirkan, selain amal ibadah, aku juga berpikir, jika aku sudah tidak ada, apa pendapat orang tentang aku, apakah aku orang baik atau bahkan jahat?

Sosial media rakyat fkg unair, semua turut berduka atas meninggalnya Mba Sita. Beliau dikenang dengan keramahannya, kebaikannya, ketulusannya pada sesama, tidak “pelit” ilmu untuk dibagikan dengan orang lain dan tidak pernah meremehkan atau merendahkan orang lain.

Lalu jika itu aku? Apakah aku pun juga akan dikenang seperti itu? Ini menjadi introspeksi diriku, seperti apa aku ingin dikenang jika aku sudah tiada. Menyadarkan aku, jika aku masih banyak melakukan kesalahan baik terhadap sesama atau kepada Allah.

Sekali lagi aku mencoba mengingatkan diri sendiri untuk melakukan semua perintah Allah dan melakukan yang terbaik, baik untuk Allah maupun sesama, karena sampai kapan kita hidup itu rahasia Allah SWT.

544e169160318da3a1bea0ccb47e0b1c
Taken from Pinterest (https://id.pinterest.com/pin/734860864174211844/)

 

Dental Student Life! · Travel

3 Tips and Tricks Transpotasi Murah Antarkota di Jepang

Hi Travel Buddies! Jepang itu salah satu negara yang sistem transportasinya bagus dan sangat mudah digunakan menurutku, tapi, ada tapinya ya ges, tapi kalo di kurskan ke rupiah ini tergolong mahal. Ngga sih beberapa juga dalam yen pun mahal, rakyat misqueen seperti aku pun menangis.

Nah, untuk kaum pelajar seperti saya ini kan selalu bermoto “harus murah” kalo bisa gratis gitu kan supaya uang saku tidak berkurang banyak (ehe), ini dia 3 tips and tricks liburan antarkota di Jepang yang bisa nge-cut pengeluaran kamu. Buat yang mau jalan-jalan ke Jepang dan dengan budget ga banyak ini lumayan menghemat sih menurut aku.

  1. Japan Rail Pass (JR Pass)

JR pass ini salah satu alternatif yang ditawarkan pemerintah Jepang buat para wisatawan yang mau berlibur di Jepang dan berencana ke tempat-tempat jauh. JR pass sendiri ditawarkan dalam 3 jangka waktu, ada 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Untuk info lebih lanjut bisa klik di sini ya (JR Pass).

Secara harga sih emang JR pass ini mahal kalo waktu beli, tapi! kalau kalian bandingin harga asli tiket shinkansen pakai JR pass dan harga normal, ya jelas lebih murah JR pass dan sejujurnya harga normal bisa beberapa kali lipat dari harga JR Pass.

Aku misalkan ya, (harga based on  JR website). Harga JR Pass buat 7 hari yang biasa (ordinary) itu 33,610 Yen (per 1 Juni 2020). Ambil aja perumpamaan perjalanannya dari Tokyo ke Hiroshima, harga shinkansennya 19,350 yen sekali jalan, kalo buat bolak balik kasarannya bisa sampe 40,000 yen, bedanya bisa sampe sekitar 7,000 yen an, kalo di kurs rupiahkan dengan 1 yen = 135 rupiah, bisa sekitar 945,000 rupiah. Wow, bedanya hampir 1 juta rupiah ges.

Tapi JR Pass ini juga ada persyaratannya, paspor yang dimiliki sama calon pembeli itu statusnya harus “temporary visitor“. Jadi buat kita-kita yang anak sekolahan yang punya alien registration card ini tydac bisa pake ya. dan pake JR pass ini nggak boleh pake shinkansen yang tipe nozomi (yang paling cepet), but it’s okay ges, bedanya ga jauh-jauh amat kok, dibandingkan harus naik bis dkk kan jauh lebih lama. Dan selama pemakaian JR Pass harus cek transportasi yang mana aja yang include dalam JR Pass, biar bayarnya ga double, biasanya sih transportasi yang operated by JR, kayak JR ferry ke Miyajima.

Next info tentang JR Pass ya, JR pass sendiri kan dipake ke seluruh jepang tuh, tapi kalo rencana kalian emang ngga ke seluruh Jepang, misal di daerah Tokyo doang, atau daerah Osaka doang, Jepang ini juga menawarkan pass yang cakupan tempatnya ini nggak banyak, dan rata-rata harganya lebih murah dibanding JR Pass sendiri. Ada apa aja passnya? Banyak ges, ada kansai area pass, kansai wide area, kansai-hiroshima area pass, dkk, banyaklah pokoknya bisa cek langsung di webnya JR Pass.

Nah sebelumnya kan disebutkan kalo statusnya harus “temporary visitor”, terus buat manusia-manusia yang sekolah di Jepang ini emang beneran ngga ada Pass, secara kan statusnya permanent residen? tenang, ada ges! Aku juga baru tau sih ini kala sekolah di sana, tapi jangan berharap rutenya bisa sebebas JR pass biasa ya. Jadi aku menemukan hanya ada di JR Kyushu, mereka punya JR Kyushu Foreign Students , tipenya ada dua yang seluruh kyushu atau daerah Kyushu utara. Emang sih cuman di Kyushu doang tapi kan lumayan dari pada ngga ada sama sekali hehe.

Processed with VSCO with a4 preset
JR Kyushu  for Foreign Students, taken in 2016.

Selain itu kalau buat anak international students, biasanya ada “Gakuwari” -student discounts- ya ges. Lumayan dapet 20% discounts kalo ambil perjalanan lebih dari 100 km. Bisa cek di google ya untuk informasinya, karena saya jarang pake, jadi ga seberapa paham, dulu sih aku suka belinya langsung di co-op jadi udah langsung dapet discounts (huehehehhee)

2. Seishun 18 Kippu

Kedua ada seishun Juhachi (18) kippu atau “Youthful 18 Ticket” ini sistem traveling di jepang yang cuman bisa pake kereta lokal dan rapid train JR. Harganya murah banget ges sekitar 12,050 yen. Juhachi Kippu ini ngga setiap saat setiap waktu ada, tapi cuman di season season tertentu, biasanya waktu liburan sih (musim panas, semi sama dingin), harus cek tanggal valid dan tanggal on salenya.

Jadi sistemnya tiket ini itu, di ticketnya ada 5 kolom nih, 1 kolomnya berguna untuk 1 hari, jadi bisa dipake buat 5 hari untuk 1 orang. Kalo dihitung-hitung satu harinya bisa cuman 2,410 yen murah banget kan?

Processed with VSCO with a4 preset
Seishun 18 Kippu, taken in 2017.

Terus kalo tiket ini bisa dishare bareng temen ngga sih? Bisa. Jadi kalo misal kalian mau share ini buat 2 orang, tiap orang bisa dapet 2 hari, 1 hari lagi sisa. Atau bisa juga dipake 5 orang buat 1 hari. Jadi intinya 1 kolom, 1 orang mau kamu sisanya dibagi juga ga masalah, dan seingetku Juhachi kippu ini ga harus dalam jangka waktu yang berurutan kayak JR Pass, jadi kalian bisa atur sendiri kapan mau pake tiket ini.

Processed with VSCO with a4 preset
Taken in 2017, after finishing our Northern Japan trip.

Kekurangannya pake 18 Kippu ini ya begitu, karena cuman bisa dipake di kereta local dan rapid train jadi perjalanannya lama, kalo kalian liburan bentar doang, ya agaknya rugi ya kalo pake ini, jadi ga bisa ke banyak tempat. Perumpamaannya kayak kalo pake shinkansen dari Hiroshima-Osaka bisa cuman 1,5 jam doang tapi pake 18 Kippu ini bisa sampe 6 jam. Dan satu lagi, pake 18 Kippu ini capek pake banget, soalnya harus pindah-pindah kereta terus dan harus tau pindahnya di stasiun mana aja.

Kalo menurut aku sih yang beberapa kali pake ini biar liburan murah, buat anak muda oke-oke aja sih, tapi kalo buat orang tua atau keluarga yang udah punya anak jangan pake ini deh, kasian bangeet, yang single aja udah capek apalagi mereka bisa double capeknya. Pokoknya kalo pingin liburan murah ini worth it buat di coba, tergantung kondisi tapi ya ges!

3. Overnight Bus

Yang terakhir perjalanan pake bus, ya mau gimana pun pake bus pasti lebih murah dibanding shinkansen kemana-mana hehe. Nah kalo aku biasanya ambil yang overnight bus, karena maunya jalan-jalan dulu nih seharian baru pulang gitu.

Enaknya bus sih, kita tinggal masuk dan turun ditempat tujuan, mungkin berentinya agak lama waktu di tempat peristirahatan tapi its okay, kita bisa ke kamar mandi atau beli jajan.

Kekurangannya bus, kayak 18 Kippu dia butuh waktu yang lama, oleh karena itu aku milihnya overnight bus, selain karena masih bisa jalan-jalan, di dalam bisnya karena badan udah capek, tinggal duduk dan tidur deh, tau-tau udah sampe tempat tujuan. Harganya sih di atas 18 Kippu, tapi tingkat capeknya lebih berkurang sangat.

Biasanya kalo aku sih pakenya Willer bus atau JR bus. Dua-duanya sama-sama enak dipake, ruangan kakinya besar, terus kalo willer biasanya ada canopynya, jadi seperti tersembunyi di dalam canopy gitu hehe. Dan biasanya di tempat kantor Willer bisa nitipin barang juga, jadi kalo mau jalan-jalan sebelum jam keberangkatan bisa banget.

Itu dia tips and tricks liburan murah antarkota di Jepang ala aku. Itu yang biasanya aku pake dan rekomendasikan juga ke orang-orang yang tanya ke aku masalah saran transportasi. Dan sebagai bonus, aku saranin kalian buat cek-cek kalo ada paket-paket yang ditawarkan dari transportasi-transportasi itu, misal kayak di Hiroshima kalo beli one day pass street car bisa dapet diskon naik gondola di Miyajima, atau ada one day pass Kyoto dll. Harus jeli cari kemungkinan-kemungkinan yang bisa nge-cut pengeluaran kita.

Udah ya guys, udah 1000++ kata, see you di post selanjutnya! Dan stay safe and stay home ya friends 🙂

Photography · Travel

Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu, Bali

Bali selalu menjadi tempat favorit banyak orang untuk berlibur. Tempat ini memanjakan para wisatawannya dengan berbagai tempat menarik untuk dikunjungi, ibaratnya kalau di kota-kota besar cuman bisa liat gedung tinggi, Bali memberikan suasana 180 derajat terbalik. Kita sebagai wisatawan bisa menikmati dari wisata gunung, pantai, ladang dll.

Ini cerita travelingku di akhir tahun 2019 sebelum segala virus berukuran mikrometer ini membuat semua individu di bumi berada di dalam rumah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Kala itu kami (aku, Tessa, Desta, Ila) pergi ke Bali untuk merayakan kelulusan teman-temanku yang mantul ini, we called it “graduation trip” dan sebelum salah satu dari kami “taken for good” alias nikah (ehe). Mereka ini teman-temanku sejak maba dan selalu menemaniku sampai sekarang dan semoga sampe selanjutnya juga.

Jan bahas masalah lulus yes, karena semua indah pada waktunya ya teman-teman (padahal dalam hati nangis) :))

Anyway, itinerary udah dari jauh-jauh hari kita bikin, lebih bener kalo dari hotel, pesawat, dll aman sama Tessa, Desta. Kalian tau kan feeling nggak perlu ngurusin apa-apa tinggal berangkat itu? Bahagia sekali ehe #ups. Thank you ges 😉

Di hari ke kedua sore, kami pergi ke Uluwatu bareng sama Tia juga. Tia ini udah aslinya dari Bali, jadi dia inilah sosok tour guide kita 😉

Uluwatu ini terkenal dengan tari kecak waktu sunsetnya, fyi kalo kalian cari di engine pencarian “tari kecak” kebanyakan fotonya di ambilnya ya ditempat ini. Jadi kami harus tuh nonton tarian ini. Kita sampe di Uluwatu sekitar jam 15.00 WITA, acara tariannya sendiri mulai jam 18.00 WITA. Jadi kami masih bisa jalan-jalan keliling Uluwatu.

Processed with VSCO with a4 preset
Uluwatu, Bali

Kalau kalian mau nonton tari kecak kayak kami, mending beli tiketnya online aja, dulu kami beli dari traveloka . Emang ngga ada counter ticketnya? Ada teman-teman tenang saja. Counter ticketnya buka sekitar jam 5 an lah, tapi tapi tapi….rame banget, antriannya panjang banget ges! Jadi mending beli tiket online, ketemu person in chargenya, ambil tiketnya, udah deh tinggal masuk ke tempat pertunjukannya.

Nah masalah tiket kelar ya gengs. Sekarang yuk mari bahas masalah tempat duduk di tempat pertunjukannya. Jadi posisi penonton tari kecak ini menghadap ke arah matahari. Selayaknya anak-anak ambis, kami mau posisi yang terbaik, Selain itu ya kan udah bayar juga ya guys, jadi sebelum tempat pertunjukannya dibuka kita udah antri di barisan depan supaya ga keduluan orang. Kami pada akhirnya memilih tempat yang benar-benar menghadap matahari, karena kalau dari tempat itu posisinya pas di tengah gitu, jadi kalo nonton kan enak, tapi! ya gitu teman-teman, panasnya banget banget bangeeeeeet!! Aku saranin buat kalian yang mau nonton, bawa sesuatu yang bisa lindungi kalian dari panas matahari ya!

Processed with VSCO with a4 preset
Dari kiri ke kanan: Desta, Tia, Tessa, Me, Ila

Dan ada satu lagi masalah kami kemarin, karena panas matahari yang sungguh luar biasa, kita kehausan pake banget banget tapi ngga ada yang jual air mineral guys (atau mungkin kita yang ga nemu?) ntahlah, yang jelas kami tidak menemukan penjual minuman di dalam uluwatu, di dalem ya, kalo di luar Uluwatunya ada. Jadi saran aku kalian juga mending siap-siap bawa air mineral, tapi hati-hati jangan sampe diambil sama monyet yang berkeliaran (hehehe).

Next! Tari kecak ini sendiri dimainkan oleh sekitar 50 orang penari yang mengambil cerita tentang Ramayana, dengan tokoh utama Rama dan Shinta. Buat aku yang udah lama banget ga nonton tari kecak, ya ini keren sekali sih, mereka membawakan ceritanya sumpah keren, dan plusnya di tengah dan akhir biasanya ada interaksi dengan penonton, dan beberapa kali mereka membuat candaan, jadi suasananya semakin meriah.

Processed with VSCO with hb2 preset

Processed with VSCO with a4 preset

Processed with VSCO with a4 preset

Acaranya berlangsung sekitar satu jam. Di akhir penampilan, mereka biasanya membolehkan kita buat foto-foto sama para penarinya. They served their audience well.

Overall, Tari kecak di Pura Luhur Uluwatu Bali ini one of the best performances I’ve ever seen. Dari penampilannya, para penarinya, dan pemandangannya, kalo kata Queen Lulu (buat yang tau-tau aja) “The Best!” gitu.

Kalo pun ditanya mau ga balik ke sini lagi, aku jawab mau banget liat tari kecak lagi! tapi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harus pake banget, melakukan persiapan-persiapan dulu (hehe).

Sekian dulu cerita aku kali ini, stay at home, stay safe ya travel buddies akuh!

Photography · Travel

Mispurchased Overnight Bus Ticket 8-hours Before Back to Indonesia

Hi travel buddies, it’s been around 5 weeks #stayathome in Indonesia, and somehow I haven’t felt bored, wow! amazing (proud of myself :))), how about you guys? have you already bored at home?

Anyway, for making your traveling is as convenience as possible, you need to make a good plan and itinerary, but sometimes you might make a mistake. Here’s in this post, I wanna tell you the stupidest thing I’ve ever done in Japan, and made my anxiety level to the maximum level! I mis-pur-chased my overnight bus ticket from Hiroshima to Osaka 8 hours before my flight back to Indonesia.

How could this happen? Let me tell you the whole stories.

First thing first, I did not have this incident alone (ehe!), I had it  together with Tasya and Binh. Binh is my vietnamese idol? OMG, is he?! Haha. Anyway because I want him to understand this post, so I’ll make it in English 🙂

IMG_7092
Our faces after marathon 🙂 

Around two weeks before our flight, Tasya and I, booked the ticket through Willer Express website for an overnight bus ride on August 16, 2017. We thought that using an overnight bus is enough because we could catch up our flight in the morning from Osaka International Airport (KIX) to Juanda International Airport (SUB) on August 17, 2017.

Time passed by, and here we were in front of 7-11 in Hiroshima Station around 10-11 pm (I can not remember it clearly) on August 16, 2017. And finally our (should be) bus arrived, we already queued for entering the bus, fyi before entering the bus, usually the bust service man will check our name, and we will get our seat number.

Watch out! the terrible thing would happen soon :))) When we checked our name, our name weren’t in the list!!!!! Did we believed it? No, of course! I said many times that we already booked the ticket, then the Service man asked us to check the booking e-ticket.

and…turned out the tickets was for the next month. N-E-X-T M-O-N-T-H. Oh-my-God!

Everyone panicked! Then we searched the alternative way to get to Osaka as soon as possible. Couldn’t we just ride the bus and pay for the ticket at that time?

“If you want to ride the bus, you might ask the next bus, if there is any seat left, you can pay at the moment.” -Mr. Service man-

That was truly confusing!

Did we just stop there? Of course No! We search another alternative, shinkansen. The thing was, Tasya and Binh flight was around 10 am and could be caught up by the earliest shinkansen to KIX on August 17 morning, on the contrary, my flight was around 8 am, so I could not catch up my flight even by the earliest shinkansen. You know what, the problem was, if we couldn’t catch the flight, WE LOST around 70 thousands yen (around 8-9 million rupiah) for the airplane ticket to SUB.

Due to my problem, the only way to caught up my flight, we need to go by using a shinkansen to anywhere near Osaka or any place in the middle of Hiroshima and Osaka, and then continued the trip by the earliest shinkansen to KIX. I said to Tasya and Binh just go back to apartment, and took the earliest shinkansen in the morning to Osaka, but they refused and chose to go with me (OMG, I LOVE YOU GUYS!).

Then we search for the shinkansen schedule and another problem arose. If you haven’t know, in Japan all train will stop working at 12 pm and start again around at 5 am. At that time, it was around 11++ pm, almost midnight. When we checked the schedule, there still the last train to Fukuyama, but it would go in 10 minutes! 10-minutes!!

We ran and called the taxi just for going to the other side of Hiroshima station.

5 minutes left and we just arrived at Hiroshima Station (Shinkansen Guchi). When we want to buy the ticket, the officer asked us what we will buy, and we told him that we want to buy the Shinkansen ticket to Fukuyama.

The officer was shocked and just gave us like a small paper, then said “Just run, and if you can ride the shinkansen to Fukuyama, you can pay it there.” We ran as fast as we can with our 20kg luggage for me, 30kg for Tasya, and I don’t really know Binh’s luggage weight (haha), I think it’s lighter then mine and Tasya.

I-do-really appreciate the helpful habit of Japanese people. When we ran, the officer saw that Tasya was very troubled with her luggage, and he directly helped us, ran with us, to the railway. The train was already there when we took the escalator.  Maybe, it’s around 2 minutes left. We just ran and ran to get to the shinkansen with our heavy luggage.

Did you get the anxiety like us? :))

Let’s continue! When we arrived at the railway, we directly entered the train. Did the train still stayed at the train station for a while? Of course NO!! After we entered, the door closed. OMG that was a rush, a-sugar-rush!! But still lucky us, that we caught the train up.

After we arrived in Fukuyama, we just three kids with no destination in mind, in an unknown place :)))

The thing was, we just didn’t want to stay outside until morning. Here’s another challenge in our trip, the closest hostel room is too far, and a hotel room is too expensive for us. Then the possible places in our mind just 2, net cafe or karaoke. The closest one is net cafe, so we got in and made account, so that we could use the facilities. I forgot actually the name of the net cafe, but the facilities was good, we could play game, read book, take a shower too. and the first thin we need to do was cancelling our bus trip to get a refund!

Morning has came, we went to station around 4 or 5 am, I forgot hehe. Following it, we continued our trip to the KIX. The drama has finally ended, did it?

No, it’s another story of me (alone). After arrived at KIX, we separated (Tasya and Binh vs Me alone 😦 ) because we need to check in in the different counter. The next problem was, I arrived at the counter 5 minutes before the check in time closed, but! the queue was sooooo long. I think I would not catch it up, so I called the airplane officer or flight attendant, I don’t really know how to call them actually, in the counter, and told them that my flight would closed their check in time in 5 minutes. The officer (let say it like that :)) ) opened other counter just only for me, so I could check in, no actually I already checked in through my mobile phone, but I just want to put my luggage. And yeah! I could check in perfectly.  

After that, I just go to the gate and finally flied to Indonesia. YAS! the drama was really over.

Processed with VSCO with hb2 preset

This was my most dramatic trip back to Indonesia, I don’t know what if I could not catch it up, may be I will not go home (?). I really thankful to Tasya and Binh that they not left me alone, and had this “sugar rush” trip with me.

That’s my story about I mispurchased overnight bus ticket and made me have this unforgettable trip. Have you ever had similar story like me? let me know in the comment down below. Have a great night everyone, stay safe! 🙂

 

 

Perspective! · Point of View (POV)

How to be productive!

Hi peeps! Jadi dari dulu ada satu sifat yang ga pernah bisa aku rubah dari diri aku, mungkin dengan menuliskan ini bisa jadi self reminder buat aku supaya bisa berubah menjadi lebih produktif.

Sifat apa sih Met? Procrastination. Itu makanan apaan sih?

No no no bukan makanan ya. Dalam psikologi, prokrastinasi berarti tindakan mengganti tugas berkepentingan tinggi dengan tugas berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda (based on Wikipedia Indonesia).

Klingsieck defined procrastination as “the voluntary delay of an intended and necessary and/or (personally) important activity, despite expecting potential negative consequences that outweigh the positive consequences of the delay” (1). Gampangnya adalah suka nunda-nunda pekerjaan, dan berakhir dengan kerjaan yang numpuk dibelakang.

Apa prokrastinasi ini fenomena yang sering terjadi? Tentunya! Dalam suatu studi dikatakan bahwa hampir sekitar 80-95% mahasiswa melakukan ini, dengan 70% dari mereka mengakui bahwa mereka adalah seorang procrastinator, dan hampir 50% melakukan prokrastinasi secara konsisten (2).

Lalu apa dampak prokrastinasi? Prokrastinasi dikaitkan dengan peningkatan level stres, kecemasan, depresi dan penurunan nilai akademik serta menunda kewajiban sehari-hari pada siswa. Studi lainnya yang dilakukan pada para karyawan, prokrastinasi dikaitkan dengan income yang rendah, durasi employment yang pendek dan juga lebih banyak pengangguran. (1)

Hmm, kalau ditanya pengalaman pribadi apa yang dirasa, stress atau ngga? Patinya iya banget, kayak misal mau ujian, aku yang paling suka belajar sistem kebut semalam (SKS) ini ya jelas stres banget, selalu kepikiran gimana kalo belajarnya nggak selesai, waktu ngga cukup dan lain-lain, parah lah pokoknya. Terus kalo udah selesai ujian biasanya selalu bilang ke diri sendiri, harusnya bisa tuh ngerjainnya lebih baik lagi kalo belajarnya ga dadakan. Jadi karena itu aku akan mencoba untuk tidak lagi menjadi seorang procrastinator (semoga, aamiin).

working-desk-with-notepad-laptop-computer_145134-666
Taken from freepik.

Nah, dari artikel-artikel yang aku baca, ada beberapa tips nih biar lebih produktif dan tak lagi seorang procrastinator, sebenernya ini tips lebih ke aku, tapi siapa tau ini juga bisa berguna bagi teman-teman. Ini dia 5 tipsnya:

  1. Bangun lebih pagi

Menurut beberapa sumber, bangun lebih pagi ini merupakan kebiasaan para orang sukses di dunia. Dengan bangun pagi ini kita bakal lebih siap untuk menghadapi kehidupan gitu lo, lebih kayak bikin badan dan pikiran kita siap menghadapi dunia. (Bahasa macam apaan ini haha)

2. Tau prioritas pekerjaan

Kalo kita bayangin kerjaan itu pasti kan seperti banyak sekali gitu dan biasanya bakal bingung harus ngerjain yang mana dulu, untuk itu kita perlu menentukan prioritas dari yang paling penting dulu, hal-hal yang penting didahulukan, yang kurang penting bisa dikerjakan setelah prioritas sebelumnya selesai.

3. Bikin to-do list harian

Setelah tau prioritas kita, kita bisa tuh bikin to-do list dalam satu hari, aku lagi berusaha untuk bikin ini itu waktu malemnya, jadi waktu pagi itu udah tau harus ngapain, dari pagi sampe malem, bukan tiba-tiba bangun terus bingung mau ngapain, kalo gitu jadinya semacam akan panik lagi gitu.

4. Pertahankan fokus

Lalu untuk menjaga konsistensi keproduktifitasan kita ini, hindari lah apapun yang bisa men-distract kita, misalnya HP, non aktifkan dulu deh semua notifikasi buat sosmed, atau biasanya dalam usaha yang lebih keras, bisa uninstall aplikasinya, kalo aku sih mager banget suruh install-uninstall, jadi biasanya aku pake mode do not disturb gitu. Jadi bisa lebih fokus ke perkerjaan.

5. Ambil waktu istirahat yang cukup

Jangan lupa juga ambil waktu istirahat yang cukup, jangan dipaksa ngerjain tanpa istirahat ntar bisa jadi stres parah. dalam waktu istirahat ini temen-temen bisa tuh dari main HP, makan, nge-game, atau apapun yang bisa bikin kita refreshing, karena setiap orang beda ya, kalo aku paling kalo ga buka sosmed ya berarti main game.

Mungkin itu dulu sih tips dari aku buat diri sendiri dan teman-teman yang membaca. Semoga kita (aku terutama) bisa menjadi orang yang lebih productive dan tak lagi seorang procratinator. Sekian dulu ya, sampai berjumpa di post selanjutnya! 🙂

Photography · Travel

One Day Trip in Korea

Hi Travel Buddies! Berhubung 4 minggu ini diam di rumah terus, jadi pingin throwback dikit-dikit ke 2018 waktu masih bisa jalan-jalan semau aku, ngga deng, ya kala tidak harus #dirumahaja. hehe.

Sebenarnya waktu ke Korea ini, aku ga pergi sendirian tapi berempat bareng sama Tasya, Hilmy, dan Mas Ivan. Sebelum berangkat dari Osaka ke Seoul kita udah booking tour Nami Island-Petite France lewat Klook, bisa di cek di website Klook ya! Waktu booking itu, kami bisa milih gitu mau dijemput dimana, ada 3 tempat kalo ga salah, tapi kami memilih untuk di jemput di myeongdong soalnya deket sama hostel kita. Kami dijemput pagi langsung ke tempat pertama Nami Island, siangnya ke Petite France, terus malamnya kami jalan-jalan di Myeongdong deh.

  1. Nami Island

Sebenernya kalo tempat ini itu seperti tempat “wajib” didatengi kalo lagi ke Korea, pastinya kalo ada temen atau saudara ke Korea, pasti ke tempat ini. Nami Island ini pulau kecil gitu yang ada danaunya. Kalau kalian liat foto-foto di tempat ini itu pasti background fotonya khas gitu lo. Hal yang sangat amat khas dari Nami Island ini jelas, pohon-pohon yang berjajar sepanjang jalan. Biasanya kalo lagi di foto warna daunnya hijau, kuning atau merah gitu, tergantung sama musimnya.

Saran aku nih, kalau mau ke Nami Island ini harus bener-bener  diperhatikan tuh tanggalnya, kalo waktu musim gugur as always pasti bagus gitu kalo mau ambil foto-foto cantik hehe, background fotonya daun-daunnya kuning atau merah gitu biasanya. Kalo kemarin waktu aku dateng ke sini, sayangnya lagi waktu pergantian musim dingin ke musim semi gitu, jadi daunnya masih belum pada tumbuh jadi seperti zonk gitu (sad!). Overall, pulau ini tetep bagus waktu aku datengin kemarin, tapi bakal jauh lebih oke lagi kalo dateng waktu musim gugur kali ya, lebih oke gitu viewnya.

Processed with VSCO with hb2 preset

Di Nami Island ini, kita bisa melakukan banyak aktivitas juga sebenernya, bisa makan (pastinya!) banyak restoran-restoran gitu, ada tempat bermain anak, bisa sepedaan, foto-foto, menikmati suasana danau juga bisa, macem-macemlah pokoknya, harus dicobain ke sini even only once in a lifetime.

Processed with VSCO with hb2 preset

2. Petite France

Processed with VSCO with hb2 preset

Kalau kalian pernah lihat runningman episode yang ada Nickhun sama Taecyeon 2PMnya di suatu tempat gitu yang tempatnya “terlihat” besar banget, warna warni, terus di episode itu juga kalo ga salah mereka bikin orchestra yang virus-virus gitu, tempat syutingnya ya di Petite France ini.

Sebenarnya Petite France ini salah satu theme park yang di buat menyerupai pemumikiman warga di Perancis gitu. Nah Kalau lihat dari warna bangunannya, warnanya ini dibuat warna warni gitu, supaya menarik, terus tempatnya ini nggak datar aja, tapi juga ada naik turunnya gitu. Kalau buat foto oke sih tempatnya. Ini sedikit potret Petite France waktu aku ke sana ya!

Processed with VSCO with hb2 preset

3. Myeongdong Shopping Street

Nah sepulangnya dari tour ini kami pastinya nggak langsung balik ke hostel dong ya, pastinya “mumpung” lagi di Korea ga afdol rasanya kalo ga jalan-jalan di myeongdong. Anyway, selama di Korea kemarin itu kata-kata “mumpung” ini jadi jurus sakti buat kami meracuni satu sama lain buat beli barang yang diinginkan. Jangan kaget memang pertemanan kami ini #pertemanantidaksehat :)))

“Mumpung di Korea lo, beli aja, ntar kalo udah pulang susah lo belinya.”

Lanjut cerita tentang malam itu ya, sampai di myeongdong kita makan malam dulu nih sebelum memulai perburuan kami. Selesai makan, kami kebagi jadi 2 kelompok, aku sama Tasya, jelas cewek ke Korea, aneh rasanya kalau nggak cari make up dan skin care kan, so aku sama tasya keliling cari-cari dua hal ini, sedangkan mas ivan sama hilmy…ga tau sih kemana tujuan mereka. :))

Nah ditengah-tengah aku cari kosmetik ini, tiba-tiba! ada mobil berenti gitu terus ada orang keluar dari mobil, dan seketika itu juga langsung ruame banget parah parah. Dan ternyata apa coba? kita ketemu artis! Sepertinya mereka lagi syuting gitu. Nah sayangnya berhubung tinggi badan kami ini kan ga seberapa tinggi juga ya, ngga sih lebih tepatnya aku yang pendek, jadi kami tuh usaha jalan maju gitu, jelas! kami kepo banget dong itu siapa. Well, setelah lama gitu ga tau, akhirnya ketawan deh itu siapa, ternyata itu anggota girlband EXID, kalo ga salah yang satu Hani, satu lagi ga tau siapa, karena beneran ya travel buddies saya itu bukan k-popers. Jadi sudah pasti tydac tau apa-apa :)))

Processed with VSCO with hb2 preset

Notes: Maafkan ini sudah foto terbaik yang bisa diambil kala itu, paham kan gimana kondisinya kalo ada artis :))))

Ya sudah sekian ya travel buddies cerita liburan kami di Koreanya, see you di post selanjutnya!